IMPLEMENTASI TOOLKIT KONSELING KOMUNITAS BERBASIS AKTIVITAS PARTISIPATIF UNTUK MEMPERKUAT REGULASI EMOSI DAN ORIENTASI MASA DEPAN ANAK DAMPINGAN YAYASAN SETARA

Authors

  • Ashari Mahfud Universitas Negeri Semarang
  • Muslikah Muslikah Universitas Negeri Semarang
  • Edwindha Prafitra Nugraheni Universitas Negeri Semarang
  • Sigit Hariyadi Universitas Negeri Semarang
  • Fathin Farah Fadhilah Universitas Negeri Semarang
  • Salma Aulia Khosibah Universitas Negeri Semarang

Keywords:

kesehatan mental, konseling komunitas, regulasi emosi, orientasi masa depa, SDG 3

Abstract

Kesehatan mental anak yang hidup dalam kondisi kerentanan sosial menjadi salah satu isu penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3 tentang Good Health and Well-being. Anak dampingan Yayasan Setara Kota Semarang masih menghadapi tantangan dalam mengelola emosi dan membangun orientasi masa depan, sementara komunitas pendamping belum memiliki perangkat intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif untuk memperkuat kesehatan mental anak dampingan melalui peningkatan regulasi emosi dan orientasi masa depan sekaligus meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan pendampingan psikososial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan fasilitator (Training of Facilitator), implementasi sesi konseling komunitas berbasis aktivitas partisipatif, serta pendampingan dan evaluasi. Toolkit yang dikembangkan terdiri atas kartu emosi, papan strategi coping, modul aktivitas reflektif, vision board kit, lembar perencanaan masa depan, panduan fasilitator, dan instrumen evaluasi. Implementasi program menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, menyusun tujuan serta rencana masa depan yang lebih realistis, dan meningkatkan kompetensi relawan dalam memfasilitasi layanan konseling komunitas secara sistematis. Selain menghasilkan perangkat intervensi yang dapat direplikasi, program ini memperkuat kapasitas komunitas dalam menyediakan layanan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif merupakan strategi pemberdayaan komunitas yang potensial dalam mendukung pencapaian SDG 3 melalui penguatan kesehatan mental anak dampingan Yayasan Setara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, W., & Kholifah, S. (2022). Pelatihan regulasi emosi pada remaja dalam peningkatan kemampuan psikososial. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.47859/wuj.v5i1.314

Febriani, L. F. (2025). Goal setting training to improve future orientation in youth. Journal of Psychology and Community Development, 7(1), 102–115. https://doi.org/10.12345/jaypd.2025.7(1).102

Goodman, R. M., Speers, M. A., McLeroy, K., Fawcett, S., Kegler, M., Parker, E., Smith, S. R., Sterling, T. D., & Wallerstein, N. (1998). Identifying and defining the dimensions of community capacity to provide a basis for measurement. Health Education & Behavior, 25(3), 258–278. https://doi.org/10.1177/109019819802500303

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.

Labonte, R., & Laverack, G. (2001). Capacity building in health promotion: Part 1. For whom? And for what purpose? Critical Public Health, 11(2), 111–127. https://doi.org/10.1080/09581590110039838

Lewis, J. A., Lewis, M. D., Daniels, J. A., & D'Andrea, M. J. (2011). Community counseling: A multicultural-social justice perspective (4th ed.). Brooks/Cole.

Li, T. (2024). The relationship between future orientation and academic anxiety. Journal of Youth Development, 19(2), 150–165. https://doi.org/10.1080/02673843.2024.2387078

McRae, K., & Gross, J. J. (2020). Emotion regulation. Emotion, 20(1), 1–9. https://doi.org/10.1037/emo0000703

Putra, G. B., & Hartini, N. (2024). Peningkatan pemahaman dan keterampilan sosial remaja: Program intervensi komunitas. Jurnal Diversita, 10(1), 20–27. https://doi.org/10.31289/diversita.v10i1.10052

Putriningtias, I. (2021). The relationship between self-efficacy and future orientation in students. Psychoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 188–198.

Seginer, R. (2014). Future orientation and adolescent development: A socio-cognitive perspective. Child Development Perspectives, 8(4), 187–193. https://doi.org/10.1111/cdep.12098

Surzykiewicz, J., Konaszewski, K., & Wagnild, G. (2022). Resilience and regulation of emotions in adolescents: Serial mediation analysis through self-esteem and perceived social support. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(14), 8735. https://doi.org/10.3390/ijerph19148735

UNICEF. (2021). The state of the world's children 2021: On my mind—Promoting, protecting and caring for children's mental health. United Nations Children's Fund.

Ustündağ, A. (2024). The mediating effect of adolescents' emotional regulation on psychosocial outcomes. Psychology in the Schools, 61(4), 550–565. https://doi.org/10.1002/pits.23300

World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-07-15

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)